Postingan

Menampilkan postingan dari 2019
Gambar
Because, only You. (Keyword of life, salah satunya paling utama baca Qur'an neng, kang:D)   Bagai harap yang digaungkan sebagai perisai. Tak ayal semua dipersiapkan dan diperincikan sepersekian sekon. Lalu, luluh lantah oleh rasa percaya yang melangit. Harusnya, bermuhasabah kuncinya. Tenang, Little things might be a big problem when we come to “the real home”. Jangan merasa paling terjatuh dan terlalu berharap yang lain membantu. Belajar bukan hanya tentang buku dan pena. Belajar yang menjadi pembelajaran adalah bagaimana kita bisa mengambil ‘makna hidup’ untuk kehidupan selanjutnya. Terutama ketika diberikan sebuah problem hidup yang tak sedikit orang mampu berlapang dada, ambil "maknanya" lalu menginspirasi yang lainnya. Jadikan semua ini titik balik kesuksesan yang melangit tak lupa membumi. Maybe, Allah hanya saja belum “mengiyakan” semuanya. Meskipun, niat tak salah lagi. Jangan khawatir, anggap Allah...
Gambar
Bercengkerama ~ (Gambar sebagai ilustrasi tulisan, lagi jadi reminder buat yang lagi ngaca. Aku) Lewat kata, semua makna bisa saja tak terelakkan. Tetapi, ketika bercengkerama menyertakan hati didalamnya akan ada makna yang bisa termakna dalam prosesnya. Dan yang kutahu semua bisa berkamuflase dalam berbincang senang. Tak heran bila timbul lelah dan tak kunjung nyaman. Setiap orang bisa mengartikan kata "penting" atau bahkan "sepeleh" dalam arti yang berbeda, iyaa itu tergantung pada orang yang mengartikannya. Bisa jadi "sepeleh" menurutmu, tapi bagi orang lain berdampak besar bagi keberlangsungan suatu kegiatan. Eh, tunggu? Ini bukan tentang sebuah kata, tetapi ini perihal memaknai penggunaan kata. Maka, jadilah bijak dalam hal ini. Mari perbanyak bercengkerama yang berupa nasehat dan penuh kasih sayang, sehingga tak timbul noda dalam qalbu karena seudzhon dengan saudaramu. Dalam semangat yang tak pernah padam, semoga kita terus-mene...
Gambar
"Biarkan rasaku tertinggal disini.." (Yogyakarta, 23 Maret 2019) Awalnya untuk tidak peduli dan memperdulikan. Karena niat harus dibangun sedari awal biar tak ada rasa kecewa dan mengecewakan. Nyatanya, salah. Niat? Bukan, hanya saja salah dalam meletakkan sebuah rasa. Maka atas segala resah setelah gundah yang dirasa dan kegaduhan pikiran yang hampir mencapai puncaknya. Kurasa, biarkan rasaku tertinggal disini. Berusaha mengingat bahwa, pena telah tergores dan tinta telah mengering Untuk segala kebaikan atasmu telah DIA tetapkan dan sebarkan. Yang tertinggal hanya bagaimana kualitasmu dalam menapaki tiap jengkal bumi dan meminta pertolongan langit dalam memungut tiap ketetapan yang berserakan dan itu hanya dirimu sendiri yang mampu mengupayakan. Lalu, rasaku.. Berjalan pergi dan berusaha melirik, begitu manis dan bahagia.. Terimakasih, jogja untuk rasa yang telah kutanggalkan tepat dikamu😊
Gambar